Hikmah Shubuh MABIT QOWWAMAH (Maqom)ย 5 Kuttab Al-Fatih Jakarta Timur.

Ciloto, 28-30 Rajab 1439 Hadits / 13-15 April 2018

_*Ustadz Jauhar Hidayat, Lc *_

(Pj.Syar’i Kuttab Al-Fatih Jakarta Timur)

Ini merupakan moment Perjalanan langka, hanya 6 bulan sekali. Rugi bila kita tidak memaknainya atau atau bahkan salah NIAT.

_Ukhibukum fillah…_ Kita patut bersyukur bisa berkumpul di dunia seperti ini, yang semoga ini menjadi wasilah kembali berkumpul di Jannah.

Mari kita nikmati keberkahan pagi hari begini. Kondisi dingin menjadikan kita ingat nikmatnya karunia dan perlindungan Allah. Kondisi yang tidak melemahkan spirit terus belajar.

Mari sejenak kita bercermin dengan kisah salafush sholih berikut. Tentang kesungguhan dalam mengejar ilmu.

*Abdullah Zubaidi* berguru kepada *Abu Ali al-Qaly*… Yang unik adalah beliau rela tidur di kandang ternak milik gurunya agar tidak sekejap pun tertinggal langkah dari gurunya saat memberikan ilmu di majlisnya.

Adakah kita saat ini yang pernah melakoni hal semacam ini demi menuntaskan haus akan ilmu ???

_… atau jangan-jangan kita justru merasa tidak betah saat berada di dalam majlis ilmu. Fisik kita hadir, tapi fikir kita entah mengembara kemana … saat usai majlisnya, sebagian kita bergegas meninggalkan atau bahkan sebelum majlisnya itu ditutup sudah berangsur-angsur pergi …_ (๐Ÿ˜„ siapa ya)

Pantaskah adab terhadap ilmu dan guru semacam ini ????

Dulu, salafus sholih sangat bersemangat untuk hadir lebih awal dan belum pergi sebelum sang guru meninggalkan majlisnya, sekalipun kajiannya sudah ditutup. Pantas keberkahan ilmu ada pada mereka… dan kita masih mencari-cari keberkahan ilmu itu. Banyak kajian Kajian ilmu sudah kita hadiri, namun amal dan keyakinan kita tak jauh beranjak.

Kisah teladan yang lain,

Abu Jandal al-Qurthubhi berguru kepada Ibnu Mujahid. Ia berusaha keras datang lebih awal di sepertiga malam. Jauh waktu sebelum kajian dimulai. Saat tiba di lokasi ia mendapati tempatnya sudah penuh sesak. Ternyata semangat yang sama juga ada pembelajar lainnya. Saling berlomba-lomba mengejar keutamaan sehingga setiap jengkal telah penuh terisi. Ia kurang cepat. Muncul ide, ia mencoba masuk dengan membuat terowongan. Kemudian ia gali dengan tangan sekuat dan secepatnya. Ia khawatir tertinggal majlisnya. Sampai tangannya pun terluka karena tanpa persiapan alat apapun. Bahkan baju dan badannya terkoyak demi dapatkan ilmu gurunya. Hingga akhirnya saat ia muncul berhasil kondisinya sangat mengkhawatirkan. Baju dan badannya penuh noda tanah bercampur darah. Justru karena inilah ia beroleh do’a keberkahan ilmu dari gurunya.

*Bandingkan kondisinya dengan kita hari ini. Perjalanan (transportasi) menuju tempat majlis ilmu telah Allah mudahkan, suasananya dalam kajian lapang bahkan nyaman, terkadang ada cemilannya … dan seterusnya. Anehnya kondisinya seringkali sepi saat dimulai, bahkan mungkin kita tidak malu hadirnya kita didahului oleh guru kita. Itupun masih susah fokus menyimak saat ta’lim bergulir. Kebutuhan akan nutrisi ilmu juga belum menggerakkan kita untuk memprioritaskannya dari urusan lainnya.*

Para ayah yang dirahmati Allah. Perhatikanlah bahwa gelora spirit mengejar ilmu berikut adab-adabnya adalah salah satu wujud konkrit QAWWAMAH AYAH. Datanglah lebih awal dan pulang paling akhir. Qawwamah bukan hanya bersungguh-sungguh mencari nafkah. Silakan gali dan koreksi diri kita masing-masing. Adakah kita sudah meneladani salafus sholih di dalam semua hal guna mewujudkan generasi dan buah hati idaman dan diridhoi Allah ?

Imam Ahmad melakukan perjalanan sangat panjang. Misinya berkeliling dunia Islam selama 40 tahun demi mencari ilmu dan mengumpulkan hadits. Tentu banyak kesulitan dan serba kekurangan yang mesti ia alami.

Bandingkan kondisi kita saat ini ???

Mabit Qawwamah 5 ini kita sama-sama rasakan dalam situasi yang serba sulit. Kelelahan, kedinginan, minimnya air, bivak yang seadanya, makanan yang ala kadarnya …. dan lain sebagainya yang sangat jauh berbeda dengan keseharian kita ini sudahkah menggugah kesadaran kita akan besarnya dan banyaknya nikmat Allah?

Kesulitan kita hanya dalam 3 hari, Imam Ahmad 40 tahun. Jarak kita dari rumah hanya kurang dari 100km, Imam Ahmad berjalan ribuan kilometer … Kita berangkat dengan logistik yang sudah dipersiapkan termasuk dengan transportasi yang nyaman, Imam Ahmad jauh dari bekal persiapan yang cukup. Dan banyak ironi lainnya. Hasilnya … sudah kita ketahui bersama. Ilmunya penuh berkah dan manfaat.

๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ๐Ÿ“ถ
Satu hal yang patut kita tanamkan, rahasianya ada pada niat. Para ulama mengembara sekian lama dan sejauh mungkin UNTUK MENCARI ILMU. Adapun kita, lebih sering UNTUK MENCARI KESENANGAN. Sehingga kita sangat terusik dan mengeluh bilamana perjalanan kita jauh dari kesenangan.
๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ๐Ÿ“ˆ

Jangan pula diartikan bahwa perjalanan mencari ilmu itu jauh dari menyenangkan. Karena kesenangan bagi salafus sholih fokus pada mencari ridho Allah dan kesenangan hakiki di Jannah nanti. Sehingga mereka mampu bertahan dalam semua kondisi. Tangguh.

Ada sebuah kitab yang merekam dan menjadi dokumentasi keasyikan mereka di dalam usaha mencari ilmu. Kitab itu berjudul Rihlah fi Tholabil Hadits (Perjalanan mencari Hadits).

Banyak manfaat akan didapat dalam perjalanan mencari ilmu. Semoga Maqom 5 ini pun terhitung sebagai perjalanan (Rihlah) mencari ilmu. Karena belajar bisa dari orang, buku/kitab, juga alam semesta. Sehingga tiap ayunan langkah kita, hirupan nafas kita, uluran tangan kita bahkan kedipan mata kita menjadi bernilai ibadah yang agung. Misinya bukan lagi sekedar bersenang-senang, tapi Ibadah yang menyenangkan.

Diantara manfaat mencari ilmu adalah ;

1. Memperoleh ilmu

2. Sumber Ketenangan

3. Mendapat naungan malaikat

4. Akan dibanggakan dan dibandingkan dihadapan malaikat

5. TerUtama, Allah mudahkan menikmati perjalanan menuju syurga.

6. dan masih banyak lainnya lagi

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ูุณู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู‡ู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ุฅูู„ู‰ูŽ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

Barangsiapa yang menyusuri jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan permudahkan baginya jalan untuk ke syurga. (HR Muslim)

. ู…ูŽู† ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู’ู‚ู‹ุง ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููŠ ูููŠู’ู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŽุงู‹ ุณูŽู‡ู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ู‡ู ุทูŽุฑููŠู’ู‚ูŽุงู‹ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉูŽ ู„ูŽุชูŽุถูŽุนู ุฃุฌู’ู†ูุญูŽุชูŽู‡ูŽุง ู„ูุทูŽุงู„ูุจู ุงู„ุนูู„ู’ู…ู ุฑูุถูŽุงู‹ ุจูู…ุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ูˆูŽ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุนูŽุงู„ูู…ูŽ ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบููุฑู ู„ู‡ู ู…ูŽู† ููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูˆุงุชู ูˆู…ูŽู† ููŠ ุงู„ุฃุฑุถู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู„ุญููŠู’ุชูŽุงู†ู ููŠ ุงู„ู…ูŽุงุกู ูˆููŽุถู’ู„ู ุงู„ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ู‰ ุงู„ุนูŽุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู„ู ุงู„ู‚ูŽู…ูŽุฑู ุนู„ู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุนูู„ูŽู…ุงุกูŽ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู„ุฃู†ุจููŠู’ุงุกู ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุฃู†ุจููŠู’ุงุกูŽ ู„ู…ู’ ูŠููˆูŽุฑู‘ูุซููˆุง ุฏููŠู’ู†ุงุฑุงู‹ ูˆู„ุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽุงู‹ ูˆูŽ ุฅู†ู‘ูŽู…ุง ูˆูŽุฑู‘ูŽุซููˆุง ุงู„ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุฃุฎูŽุฐูŽ ุจูุญูŽุธูู‘ ูˆูŽุงููุฑู

Barangsiapa yang menyusuri jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan permudahkan baginya jalan untuk ke syurga.

Sesungguhnya Malaikat meletakkan sayapnya untuk menaungi penuntut ilmu kerana redha atas apa yang dilakukannya.

Sesungguhnya seorang alim itu akan diminta ampun baginya makhluk yang di langit dan di bumi hinggakan ikan-ikan di laut.

Kelebihan seorang alim berbanding seorang abid ialah ibarat rembulan kepada bintang-bintang yang lain,

Sesungguhnya para ulama ialah pewaris nabi-nabi, dan sesungguhnya nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu, barangsiapa yang mendapatkannya maka dia telah mendapat satu keuntungan yang besar.

(HR Abu Daud dan At-Tirmizi)

Kata ุณู„ูƒ (salaka) bermakna meniti jalan sempit. Pasti tidak mudah. Faedahnya perlu berkorban dari apapun yg akan memalingkan dari ilmu.

Banyak ibroh dalam pilihan kata ini. Diantaranya satu petunjuk jelas bahwa kemuliaan akan banyak halangan. Tujuan sebanding dengan rintangan. Fatamorgana angan-angan begitu banyak berserak dalam perjalanan.

Ukhuwah teruji dalam perjalanan. Begitulah perjalanan sesungguhnya di alam dunia. Sejatinya kita perlu kehadiran teman-teman yang setia menemani, membantu dan memotivasi kita. Inilah saatnya merawat tanaman ukhuwah ini.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู’ ุธูู„ูู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู: ุงูŽู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ูุŒ ูˆูŽุดูŽุงุจู‘ูŒ ู†ูŽุดูŽุฃูŽ ุจูุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŒ ูููŠ ุงู„ู’ู€ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ุชูŽุญูŽุงุจู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู„ู‡ู ุงูุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฏูŽุนูŽุชู’ู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ุฐูŽุงุชู ู…ูŽู†ู’ุตูุจู ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุงู„ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุฎูŽุงูู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ุจูุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ููŽุฃูŽุฎู’ููŽุงู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุดูู…ูŽุงู„ูู‡ู ู…ูŽุง ุชูู†ู’ููู‚ู ูŠูŽู…ููŠู’ู†ูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฎูŽุงู„ููŠู‹ุง ููŽููŽุงุถูŽุชู’ ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œTujuh golongan yang dinaungi Allรขh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

(1) Imam yang adil,

(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allรขh,

(3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid,

(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allรขh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, โ€˜Sesungguhnya aku takut kepada Allรขh.โ€™ Dan

(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

(7) seseorang yang berdzikir kepada Allรขh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.โ€

TAKHRIJ HADITS.
Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh:
1.Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806),
2.Muslim (no. 1031 (91)),
3.Malik dalam al-Muwaththaโ€™ di Kitรขbusy Syiโ€™ar bab Mรข Jรข-a fil Muttabiโ€™iin fillรขh (hlm. 725-726, no. 14),
4.Ahmad (II/439),
5.At-Tirmidzi (no. 2391),
6.An-Nasa-i (VIII/222-223),
7.Ibnu Khuzaimah (no. 358),
8.Ath-Thahawi dalam Musykilul ร‚tsรขr (no. 5846, 5847), dan
9.Al-Baihaqi dalam Sunannya (IV/190, VIII/162).

๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป
Semoga persahabatan dan Ukhuwah kita semua dilandaskan hal ini. Berkumpul dan berpisah karena Allah. Yang dengannya semoga kita dinaungi Allah nanti di akhirat dan berkumpul kembali di Surga. Aamiin.
๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Bersemangat dan bersyukurlah mengikuti kegiatan seperti ini (MAQOM 5). Di sisi lain kita pun perlu kelapangan hati untuk memberikan UZUR untuk saudara-saudara kita yang _qodarallah_ tidak bisa bergabung. Lakukan dan berikan yang terbaik untuk sahabat dan saudara-saudara kita. Mungkin karena ada yang lebih baik acaranya, skala prioritasnya berbeda….
Inilah salah satu buah iman dan ukhuwah yang sehat dan indah. Cepat dan mudah saling memahami.

Nasehat terakhir. Kita semua perlu dan terus berbenah perbaiki apa yang belum baik untuk menjadi baik atau lebih baik. Tentunya dengan bekal ilmu yang cukup hal demikian makin mudah terwujud.

_Wallahu A’lam bishowwab._

_Barakallahu fikum._

_Resume ditulis oleh Abu Adzka Muhammad (Q.1A KAF Jakarta Timur)._
Mohon koreksi bila ada yang kurang. _Jazakumullahu Khairan._ Semoga bermanfaat.

Our clients are blog hundreds of students from many different universities.